ONews-id.com(Muba) – Pengawalan pembangunan kembali Jembatan Lalan terus berjalan dengan dukungan kuat dari masyarakat dan kelompok aktivis peduli Jembatan Lalan. Warga Musi Banyuasin (Muba) berkomitmen penuh agar tidak lagi “kecolongan” terhadap kelambanan maupun ketidakjelasan progres pembangunan infrastruktur vital tersebut.
Sebagai bentuk protes dan kepedulian sosial, empat orang perwakilan aktivis kembali berangkat ke Palembang pada Sabtu (18/10/2025) untuk menyuarakan kepentingan masyarakat Kecamatan Lalan. Mereka mendesak percepatan penyelesaian pembangunan Jembatan Lalan yang sudah lama menjadi urat nadi ekonomi dan akses utama warga.
Berdasarkan hasil pengumpulan data lapangan, masih terdapat sekitar 16 perusahaan yang hingga kini belum menunjukkan komitmen nyata terhadap penyelesaian proyek tersebut. Padahal, perlengkapan konstruksi sebenarnya sudah siap — hanya tinggal menunggu pelunasan pembayaran dengan nilai total mencapai Rp9 miliar.
Pantauan awak media di lapangan menunjukkan bahwa saat ini baru terdapat tiang pancang di lokasi proyek, sementara biaya penyebrangan masih sepenuhnya dibebankan kepada pihak AP6L (Aliansi Peduli Pembangunan Jembatan P6 Lalan) yang sejak awal menjadi motor penggerak pengawasan masyarakat.
Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memastikan akan menggelar pertemuan lanjutan dengan pihak-pihak terkait pada pekan depan di Palembang. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret untuk menuntaskan kendala pembiayaan dan memastikan pembangunan berjalan sesuai target.
Langkah tegas pemerintah ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kecamatan Lalan, yang selama ini menanggung dampak sosial dan ekonomi akibat terhambatnya pembangunan jembatan penghubung tersebut.








