Bidang lalu lintas juga mencatatkan perkembangan positif dengan penurunan angka kecelakaan sebesar 23 persen dan pelanggaran lalu lintas sebanyak 31 persen.
Peningkatan ini diperoleh melalui penerapan sistem pemantauan cerdas dan serangkaian edukasi keselamatan yang diselenggarakan di lebih dari 200 sekolah dan perkantoran di seluruh provinsi.
Pada sesi tanya jawab, Kapolda mengungkapkan perkembangan penegakan hukum yang mengesankan. Sebanyak 21 perkara korupsi berhasil diusut dengan potensi kerugian negara mencapai Rp187 miliar yang berhasil diselamatkan.
Unit Siber Polda Sumsel juga mengungkap 39 kasus dengan 47 tersangka, serta memulihkan kerugian masyarakat sekitar Rp42 miliar.
Di bidang narkotika, aparat berhasil menyita 1.200 kilogram barang bukti dan menangkap 890 tersangka.
Program rehabilitasi yang digulirkan juga telah membantu lebih dari 300 pengguna narkotika untuk kembali menjalani kehidupan produktif.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Dedi Priyatno menjelaskan pemilihan lokasi Auditorium Lantai 7 sebagai bentuk komitmen untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta, serta mendukung berjalannya sesi tanya jawab secara efektif.
“Kami akan terus meningkatkan kinerja dan memperkuat sinergi antarinstansi agar Sumatera Selatan tetap aman, kondusif, dan menjadi contoh pembangunan keamanan bagi daerah lain. Tren positif tahun ini akan kami lanjutkan dan tingkatkan pada tahun 2026,” tegas Kapolda dalam penutupan konferensi pers. (Andrian)








