Cik Ujang menyampaikan bahwa inflasi Sumsel pada semester pertama tahun 2025 berhasil dikendalikan dengan baik, mencapai 1,88% (year to date), berada dalam target nasional 2,5%±1%. Meski begitu, Gubernur mengingatkan seluruh kepala daerah untuk waspada terhadap tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis seperti beras, cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam ras.
“Untuk menekan potensi inflasi, Pemprov Sumsel mendorong berbagai langkah konkret, termasuk Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP)”, tuturnya.
Di bidang digitalisasi keuangan daerah, Cik Ujang menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan implementasi Elektrifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
“Kita ingin masyarakat percaya. Ketika mereka nyaman bayar digital, PAD meningkat, dan bisa kita kembalikan manfaatnya untuk mereka,” ujar Wakil Gubernur.
Mengakhiri sambutannya, Cik Ujang berharap agar capaian inflasi tetap terkendali dan prestasi digitalisasi daerah terus meningkat demi terwujudnya masyarakat Sumatera Selatan yang sejahtera dan maju terus untuk semua.














