Bersama-sama dengan tiga penguji dari PWI Sumatera Selatan yaitu H Ocktaf Riyadi, Afdhal Azmi Jambak, dan Edwar Heryadi, tim penguji menilai kemampuan para peserta secara komprehensif.
Dari total peserta yang terdaftar, dua orang tidak dapat menghadiri, sementara hasil akhir menunjukkan empat peserta dinyatakan belum kompeten.
Dalam sambutannya, Aat Surya Safaat menegaskan esensi UKW sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional bagi setiap wartawan dalam menjalankan tugasnya.
“UKW bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal yang krusial untuk menjaga marwah profesi jurnalistik. Wartawan yang terbukti melanggar kode etik akan dikenai sanksi, termasuk pencabutan kartu UKW-nya,” tegasnya.
Ia juga memberikan semangat kepada peserta yang belum lulus, menjelaskan bahwa UKW merupakan proses pembelajaran berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas diri.
“Kejayaan diraih melalui kerja keras, sedangkan keagungan diperkuat dengan sopan santun. Jika cita-citanya mulia, jalannya memang membutuhkan ketekunan dan waktu,” ucapnya.
Aat mengapresiasi komitmen PWI OKI yang berhasil membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga UKW Angkatan ke-50 tingkat Sumatera Selatan dapat terlaksana dengan lancar dan terstruktur.
“Ini menjadi bukti nyata komitmen PWI OKI dalam mengangkat standar profesionalisme wartawan di daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI OKI Idham Syarief yang akrab disapa Ata menyampaikan rasa terima kasih kepada tim penguji dan seluruh panitia yang telah mendukung pelaksanaan UKW.
“UKW ini menjadi bagian integral dari upaya PWI OKI mencetak generasi wartawan yang profesional, beretika, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat,” ujarnya.
Idham menambahkan bahwa pelaksanaan UKW ini tidak lepas dari arahan H Ocktaf Riyadi saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PWI Sumatera Selatan, yang menetapkan bahwa keberhasilan kepengurusan PWI daerah diukur salah satunya dari kemampuan menyelenggarakan UKW.
“Hal ini menjadi pemicu semangat bagi kepengurusan PWI OKI periode 2024–2027, dan hari ini kami buktikan bahwa komitmen tersebut dapat terealisasikan dengan baik,” pungkasnya.
Dengan suksesnya UKW perdana ini, PWI OKI membuka langkah baru dalam menjaga mutu jurnalistik di daerah, sejalan dengan semangat awal pelaksanaan kegiatan untuk mengangkat martabat dan profesionalisme profesi wartawan. (AO)














