Optimalkan Lahan Kosong, Pemkab Muba Dorong Ketahanan Pangan dan Peningkatan PAD

Uncategorized706 Dilihat

ONews-id.com(muba) – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) terus mendorong optimalisasi aset daerah agar lebih produktif dan bernilai ekonomi. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya belum tergarap untuk penanaman kelapa sawit serta budidaya ikan lele.Selasa, 24/02/2026

Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH ini berlangsung di kawasan aset Pemkab Muba di belakang Politeknik Sekayu. Program tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Perkebunan, Dinas Perikanan, unsur kepolisian, serta pihak kampus.

Dalam keterangannya, Bupati Toha menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan kosong merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengurangi aset tidak produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Hari ini kita mulai dengan menanam sawit dan menebar benih ikan lele. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Secara edukatif, optimalisasi aset daerah memiliki dua manfaat utama:
1. Pengamanan aset agar tidak terbengkalai atau berpotensi disalahgunakan.
2. Peningkatan nilai ekonomi melalui pemanfaatan produktif yang menghasilkan pendapatan.

Kepala BPKAD Muba, Riki Junaidi AP MSi, menjelaskan bahwa pada tahap awal telah ditanam sebanyak 270 bibit kelapa sawit di beberapa titik, termasuk kawasan belakang Stable Berkuda Sekayu dan Perumahan PNS. Selain itu, 10.000 benih ikan lele ditebar di kolam pemanfaatan aset daerah.

Menurutnya, langkah ini menjadi contoh pengelolaan aset berbasis produktivitas.

“Program ini bukan hanya untuk menjaga aset tetap aman, tetapi juga meningkatkan nilai guna sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” jelas Riki.

Pemkab Muba juga berencana memperluas program serupa hingga ke tingkat desa. Setiap desa didorong memanfaatkan lahan kosong minimal 5–10 hektare untuk ditanami komoditas produktif seperti kelapa sawit atau tanaman pangan lainnya.