Ia kembali menambahkan, semenjak menderita kelumpuhan usai terjatuh saat bertugas sebagai Marbot di masjid, dan sempat ramai dibicarakan waktu anak menantunya (istri Robin) meninggal sakit sekitar 2 bulan lalu, sudah banyak yang membantunya.
“Seperti hari ini, dari rombongan KOTI Pemuda Pancasila Prabumulih, yang akan membantu membangunkan kamar mandi berikut WC di dalam rumah anaknya. Kemarin dari rombongan ACT Prabumulih, yang membantu membagikan daging kurban,” lanjut dia.
Sementara, ketika disinggung terkait keinginan Zainal, yang ingin dirawat di Panti Jompo, Robin menjelaskan, meski dirinya masih merasa takut menitipkan orang tuanya di rumah penitipan khusus orang tua tersebut. Namun ia mengaku tidak bisa berbuat banyak, dan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk orang tuanya walau kondisi ekonominya jauh dari kata pas-pasan.
“Walau berat saya masih ingin merawat dan berbhakti kepada beliau, mesti terkadang bekerja serabutan dan sering meninggalkannya sendirian. Anak saya 4, yang nomor 1 dan 2 karena tidak bisa membayar biaya sekolah lagi sekarang ikut bibinya jualan di Jambi, tinggal nomor 3 dan 4 yang masih kecil dan baru sekolah SD,” ratap Robin, pasrah.(SMSI Prabumulih)
Editor :













