Onews-id.com (Tapanuli Utara) – Tradisi adat Batak Toba kembali terlihat kuat dalam rangkaian ritual Mangokal Holi yang dilaksanakan oleh Keluarga Besar Opung Manangap Sitorus Boru Manurung. Prosesi sakral tersebut berlangsung selama tiga hari di Desa Lumban Rihit, Silamosik II, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba.
Mangokal Holi merupakan tradisi menggali dan memindahkan tulang belulang leluhur ke tempat peristirahatan baru. Ritual ini menjadi simbol penghormatan mendalam kepada para nenek moyang sekaligus mempererat ikatan antar keluarga besar.
Rien Ethika Sitorus (Boru), salah satu pahopu (cucu) dari Opung Manangap Sitorus, saat ditemui onews-id.com pada Kamis (14/03/2019), menjelaskan bahwa rangkaian acara dimulai dari pemindahan makam keluarga di Desa Lumban Nainggolan.
“Di sana banyak makam para leluhur kami. Semua tulang belulang digali dan kemudian disatukan kembali di tugu keluarga yang berada di Desa Lumban Rihit. Setelah proses penggalian selesai, barulah dilaksanakan upacara Mangokal Holi sesuai adat,” ujarnya.
Rien menambahkan, Mangokal Holi bukan hanya bentuk penghormatan kepada orang tua dan leluhur, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar keturunan Opung Manangap Sitorus Boru Manurung.
“Melalui Mangokal Holi, kami berharap mendapat berkat, panjang umur, dan rezeki yang melimpah. Selain itu, acara ini membuat seluruh keluarga bisa berkumpul. Selama ini kami jarang bertemu karena sudah menyebar dan banyak yang merantau,” tambahnya.
Rangkaian ritual berlangsung khidmat dengan partisipasi seluruh anggota keluarga, baik yang berdomisili di kampung maupun yang pulang dari perantauan. Prosesi adat ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai budaya Batak Toba terus hidup dan dijaga oleh generasi penerus.
(4ND1)
Hormati Leluhur, Keluarga Besar Opung Manangap Sitorus Boru Manurung Gelar Ritual Mangokal Holi di Porsea














