ONews-id.com (Palembang)-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Paripurna XI dalam rangka mendengarkan penyampaian pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2024. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumsel ini juga menetapkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas LKPJ dimaksud.
Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Prov. Sumsel, Andie Dinialdie, SE, didampingi Wakil Ketua Raden Gempita, SH, dan H. Nopianto, S.Sos, MM. Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Sumsel H. Herman Deru, SH, MM, Wakil Gubernur H. Cik Ujang, SH, Sekretaris Daerah Drs. H. Edward Chandra, MH, Sekretaris DPRD H. Aprizal, S.Ag, SE, M.Si, jajaran Kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pidatonya, Gubernur menyampaikan dua pokok bahasan, yaitu Prioritas Pembangunan dan Capaian Kinerja 2024, serta Realisasi Pengelolaan Keuangan Daerah.

Prioritas dan Capaian Pembangunan 2024
Gubernur menyampaikan bahwa dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Sumsel 2024–2026 terdapat 19 sasaran pembangunan yang diturunkan menjadi empat prioritas tahun 2024, yaitu:
Reformasi birokrasi dan ketertiban umum
Peningkatan kesejahteraan masyarakat
Penguatan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan
Kualitas lingkungan hidup dan penanggulangan bencana
Adapun capaian makro pembangunan Sumsel tahun 2024, antara lain:
Pertumbuhan Ekonomi: Tumbuh 5,03%, melampaui rata-rata nasional 4,95%
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): 3,86%, menurun dari 4,11% pada 2023
Tingkat Kemiskinan: 10,97%, turun 0,81% dari tahun sebelumnya
Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat menjadi 73,84 poin
Tingkat Inflasi: Terjaga di angka 1,20%, lebih baik dari rata-rata nasional 1,57%
Program Unggulan dan Capaian 2024
Beberapa program unggulan yang berhasil dijalankan antara lain:
Pangan dan Stabilitas Harga:
Usulan cetak sawah rakyat seluas 20.186 Ha
Proyek Strategis Nasional (PSN) sawah rawa 409.977 Ha di Ogan Ilir dan OKI
Perkebunan:
Peremajaan sawit rakyat seluas 207,7 Ha
Penerbitan 3.500 STDB kopi di 5 kabupaten
Rehabilitasi 500 Ha kopi robusta














