BPC Perhumas Palembang Usung Konten Media Menuju KNH20

Uncategorized1762 Dilihat

Menurut Desy, konten media yang kini menjadi tren dan sering digunakan bukan hanya sebatas berita, siaran pers, foto dan video. Akan tetapi, konten augmented reality (AR), user generated contents (UGC), live streaming, podcast, meme, dan masih banyak lagi kerap mewarnai wajah media baru. “Saatnya membangun reputasi perusahaan dan pemerintahan serta beragam merek produk dan program melalui konten media berkelas dan berkualitas,” harapnya.

Sementara itu, lanjut Desy, Konvensi Nasional Humas 2020 (KNH 20) yang akan digelar pada 4-5 Desember nanti diharapkan akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Ir H Joko Widodo. Sejumlah menteri, gubernur, TNI-Polri, tokoh pers, pemilik media dan para akademisi juga turut menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut. Diperkirakan lebih dari 1.000 peserta akan hadir dalam KNH 20 yang menampilkan berbagai sub tema antara lain Tren Global; Humas Pemerintah; Strategi dan Integrasi Komunikasi; Humas dan Kredibilitas; Media dan Tanggung Jawab Sosial; serta Tantangan Komunikasi.

KNH 20 bertujuan untuk mendorong peran humas yang lebih strategis dalam membantu seluruh stakeholder nasional terutama dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19. Hal itu diungkap Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Perhumas Indonesia Agung Laksamana saat kick off Menuju KNH20 yang dilangsungkan secara virtual belum lama ini.

Agung mengatakan, dalam situasi seperti sekarang ini, peran strategis Humas di masa pandemi menjadi sangat substansial. Menurut dia, humas menjadi agen perubahan untuk menghadapi tantangan dan menjawab kekhawatiran publik di tengah ketidakpastian yang sangat tinggi, melalui komunikasi yang terarah, empati dan berkelanjutan.

Pandemi Covid-19, tambah Agung, telah mengubah pola kehidupan masyarakat dan menciptakan instabilitas, multisektoral baik kesehatan, sosial dan ekonomi yang menuntut semua orang untuk segera beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan yang baru, agar mampu bertahan di dalam situasi ini.

“Peran strategis Humas di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini menjadi ujung tombak dalam menjawab ketidakpastian sekaligus membuka kesempatan untuk dapat mengadopsi, beradaptasi dan melahirkan kemahiran baru (Adopt, Adapt, Adept),” ungkapnya.

Diketahui, Perhumas merupakan organisasi profesi para praktisi humas dan komunikasi terbesar di Indonesia yang didirikan pada 15 Desember 1972. Perhumas secara resmi telah tercatat di Depdagri sebagai organisasi nasional kehumasan di Indonesia dan pada International Public Relation Association IPRA yang berkedudukan di London, Inggris.(ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BREAKING NEWS