“Jembatan P6 Lalan adalah jalur transportasi utama masyarakat Musi Banyuasin, khususnya warga Lalan. Kami akan bergerak cepat agar akses ini tetap aman dan layak digunakan, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terganggu,” lanjut HUMOLO.
Di akhir penyampaiannya, HUMOLO kembali mengingatkan perusahaan yang hingga kini belum berkontribusi. Menurutnya, dana yang disalurkan bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga investasi jangka panjang. “Keberlangsungan usaha tidak boleh mengorbankan hajat masyarakat Musi Banyuasin, khususnya warga Lalan, yang kehidupannya sangat bergantung pada jalur transportasi Sungai Lalan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Pemerintah Daerah dan DPRD Muba menegaskan agar PT APAU, yang diduga menabrak Jembatan Lalan, tidak lari dari tanggung jawab. Selain itu, perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit juga didorong untuk ikut membantu pendanaan revitalisasi jembatan tersebut.
Forum RDP tersebut akhirnya tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga penanda dimulainya sebuah gerakan kolektif. Kini, masyarakat menanti langkah konkret perusahaan: apakah mereka siap menjawab panggilan tanggung jawab sosial, atau justru terus membiarkan beban ini dipikul sendirian oleh masyarakat dan pemerintah.(Megat Alang)














