ONews-id.com, Muba – Suasana Ruang Rapat Banmus DPRD Musi Banyuasin pada Selasa (30/09/2025) terasa berbeda. Ratusan pasang mata tertuju pada satu isu krusial: nasib Jembatan P6 Lalan, yang selama ini menjadi urat nadi transportasi masyarakat sekaligus jalur utama distribusi hasil industri dan perkebunan. Rapat ini juga diikuti secara virtual oleh berbagai pihak yang peduli terhadap keberlangsungan jembatan tersebut.
Dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang mempertemukan masyarakat Lalan, aktivis, serta unsur pemerintah daerah, Pimpinan Asosiasi Lalu lintas dibawah jembatan P6 Sungai Lalan (AP6L), HUMOLO, menyampaikan penegasan penting. Dengan suara lantang, ia menekankan bahwa percepatan revitalisasi jembatan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Perusahaan tambang, kayu, maupun perkebunan yang setiap hari melintas di bawah jembatan ini harus segera merealisasikan kontribusinya. Kontribusi nyata perusahaan akan mempercepat perbaikan, karena jembatan ini bukan hanya milik masyarakat, tetapi juga menjadi jalur utama distribusi hasil industri dan perkebunan,” tegas HUMOLO.
Sebagai bentuk komitmen, AP6L tidak hanya berhenti pada pernyataan. HUMOLO memastikan bahwa mulai bulan depan, progres revitalisasi akan dilaporkan secara terbuka setiap akhir bulan melalui media sosial dan portal berita online. Transparansi ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjadi pengingat moral bagi perusahaan yang belum menyalurkan kontribusinya.
Lebih jauh, AP6L mendorong adanya sinergi tiga pilar: pemerintah daerah masyarakat sebagai pengawasan. Melalui mekanisme talang renteng atau urunan bersama antarperusahaan yang tergabung dalam AP6L, beban biaya perbaikan dapat ditanggung secara proporsional, sehingga proses revitalisasi bisa segera diwujudkan tanpa harus menunggu terlalu lama.








