Untuk menggantikan kerugian para petani yang areal persawahan mereka terendam banjir, Pemkab OKI juga menyalurkan bantuan 142.700 kilogram benih padi.
Bantuan ini bersumber dari Kementerian Pertanian sebagai upaya memastikan ketahanan pangan terjaga dan percepatan pemulihan sektor pertanian khususnya untuk sawah yang terdampak banjir.
Data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI mencatat sekitar 6.000 hektare sawah di beberapa kecamatan terdampak banjir, yang paling terdampak yakni di Lempuing, Lempuing Jaya, jejawi dan Air Sugihan. Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya menjadi wilayah paling terdampak, padahal keduanya merupakan lumbung pangan utama di Kabupaten OKI.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI, Alexsander Bustomi, menjelaskan sebagian lahan yang terdampak banjir sebelumnya telah mencapai indeks pertanaman (IP) 200 bahkan ada yang IP 300. Artinya, petani masih memiliki peluang untuk segera melakukan tanam ulang setelah lahan mengering.
“Meski terjadi perlambatan masa tanam, kami berharap produksi tidak berkurang. Terutama di Lempuing, Lempuing Jaya, dan sebagian Air Sugihan yang sudah IP 200 ” ujarnya.
Sumarno, petani asal Desa Sumber Makmur, Lempuing mengaku bantuan benih tersebut sangat membantu setelah sawahnya terendam banjir selama beberapa hari.
Petani lainnya, Suyatno, berharap pendampingan dari penyuluh pertanian terus dilakukan agar masa tanam berikutnya berjalan optimal.
“Kami ingin tanam secepatnya supaya tidak terlalu tertinggal musim,” ujarnya.
Bantuan benih yang telah disalurkan tersebut baru bisa mengcover kebutuhan kecamatan Lempuing, Pemerintah Kabupaten OKI juga tengah mengupayakan tambahan benih melalui Cadangan Benih Nasional (CBN) Kementerian Pertanian dan sumber lainnya.
“Bantuan yang disalurkan saat ini tentu belum mencukupi seluruh kebutuhan. Selain itu terdapat mekanisme yang harus dilakukan dalam menentukan apakah lahan benar benar dinyatakan gagal panen (puso) oleh petugas POPT untuk selanjutnya kita proses pengusulan bantuan lanjutan,” kata Alexsander.(R/ao)














