Dalam pidatonya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa APBN merupakan instrumen penting untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia. Belanja negara, menurut Presiden, harus memberikan manfaat bagi keberlangsungan negara, mendorong aktivitas ekonomi yang berkelanjutan, serta menjaga kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
“Belanja negara harus bermanfaat untuk keberlangsungan negara, aktivitas ekonomi berkelanjutan, dan kesejahteraan rakyat. Pemerintah harus bersatu padu agar rakyat terlindungi, ekonomi stabil, dan layanan publik tetap berjalan baik,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden memaparkan, pada tahun ini perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,12 persen (year-on-year), sementara ekspor meningkat 10,67 persen. Sejumlah program unggulan telah terealisasi, di antaranya MBG yang telah menjangkau 20 juta penerima manfaat, serta pembentukan 80 ribu koperasi desa.
Presiden juga menyoroti capaian diplomasi ekonomi, termasuk penyelesaian negosiasi bebas tarif dengan Uni Eropa, peran aktif Indonesia di BRICS dan G20, serta terobosan untuk mempertahankan kepentingan nasional di tengah kondisi global.
Di sektor pertanian, pemerintah telah memangkas 145 peraturan terkait regulasi pupuk, sehingga stok beras melimpah dan kesejahteraan petani meningkat. Presiden menegaskan bahwa desa dan kelurahan akan menjadi tulang punggung ekonomi nasional melalui penguatan ekonomi kerakyatan, koperasi, dan perbankan nasional dengan bunga pinjaman rendah, guna mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir.








