ONews-id.com(Muba)– Warga Desa Bero Jaya Timur, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, menyampaikan keresahan mereka atas dugaan pencemaran limbah cair batubara yang mengalir ke sungai di wilayah tersebut. Sungai yang selama ini menjadi sumber air bagi masyarakat dilaporkan berubah warna menjadi hitam kecoklatan pekat menyerupai lumpur.Pada Minggu, 09/03/2026
Perubahan kondisi air sungai tersebut memicu kekhawatiran warga karena aliran sungai selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, irigasi pertanian, hingga perikanan.
Berdasarkan pengamatan warga, air sungai yang sebelumnya jernih kini terlihat keruh dan berwarna gelap. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan batubara yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Gunadi, penggiat lingkungan sekaligus perwakilan warga, mengatakan dugaan pencemaran ini telah menimbulkan dampak serius bagi kehidupan masyarakat yang bergantung pada sungai.
“Sumber daya air rusak, ekosistem biota sungai terancam, dan kehidupan warga ikut terganggu. Bahkan kolam-kolam ikan ketahanan pangan desa juga berpotensi terdampak jika kondisi ini terus berlanjut,” ujar Gunadi.
Menurutnya, jika limbah tersebut benar berasal dari aktivitas pertambangan, maka perlu ada langkah cepat dari pemerintah dan perusahaan untuk memulihkan kondisi lingkungan.
Menindaklanjuti keresahan tersebut, warga bersama pemerintah desa menggelar musyawarah dengan pihak perusahaan tambang PT BSPC Coal pada Senin (10/3/2026) di Kantor Desa Bero Jaya Timur.
Rapat tersebut dihadiri Kepala Desa Bero Jaya Timur Sidarto, Tim Sekretariat Kecamatan Tungkal Jaya PiPing, Kapolsek Tungkal Jaya IPTU Imam Syah, Babinsa Sukri, tokoh masyarakat, warga terdampak, serta perwakilan perusahaan.
Dalam forum tersebut, sejumlah warga menyampaikan temuan di lapangan yang menurut mereka menguatkan dugaan adanya aliran limbah yang masuk ke sungai. Beberapa warga bahkan mengaku melihat aktivitas penyedotan limbah yang diduga diarahkan menuju aliran sungai.








