“Jangan menunggu api membesar. Setiap titik panas (hotspot) yang terdeteksi sistem harus segera diverifikasi dan ditangani di lapangan. Optimalkan sistem informasi data untuk percepatan penanganan,” tambahnya.
Usai apel, Gubernur Herman Deru bersama jajaran menteri meresmikan Reaktivasi Desk Karhutla Nasional Tahun 2026. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Pusat menyalurkan bantuan senilai Rp2,8 Miliar berupa kelengkapan alat pendukung pengendalian karhutla untuk Pemprov Sumsel dan empat kabupaten/kota dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi.
Rangkaian acara ditutup dengan simulasi penanggulangan karhutla secara terpadu serta peninjauan gelar peralatan untuk memastikan seluruh perangkat dalam kondisi siap tempur.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., Menteri Lingkungan Hidup: Drs. Moh. Jumhur Hidayat, M.Si., Menteri Kehutanan: Raja Juli Antoni, Kepala Staf Kepresidenan (KSP),Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrachman, Kepala BMKG RI: Teuku Faisal Fatahni, Wamen Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, Wamen Perhubungan, Drs. Suntana, Wamen ATR/BPN, Ossy Dermawan, Para Gubernur rawan karhutla secara virtual, para Kepala Daerah se-Sumatera Selatan dan Kepala OPD terkait.(ADV Pemprov Sumsel)














