ONews-id.com(Muba) 7 April 2025 — Hutan tropis yang masih tersisa di wilayah Musi Banyuasin (Muba) menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa. Sayangnya, sejumlah satwa endemik Indonesia khususnya yang hidup di Musi Banyuasin,yang menjadi bagian dari ekosistem hutan kini terancam punah. Di antara satwa tersebut adalah rusa, kucing hutan (blacan), malu-malu (kukang), kijang, kancil (napo), beruang madu, hingga ayam sempidan biru.
Keberadaan mereka hingga kini masih dapat dijumpai oleh warga dan para pemerhati lingkungan di sejumlah titik kawasan hutan Muba. Namun, populasi mereka menurun drastis akibat kerusakan habitat, perambahan hutan, serta maraknya perburuan liar yang belum terkendali secara efektif.
1. Rusa dan Kijang: Primadona yang Kian Langka
Rusa dan kijang merupakan dua jenis satwa herbivora yang dulunya sering dijumpai di perbatasan hutan dan semak belukar. Kini, penampakan mereka semakin jarang terlihat. Selain diburu untuk daging dan tanduknya, perubahan fungsi hutan menjadi lahan perkebunan dan pertambangan membuat mereka kehilangan habitat alami.
2. Kucing Hutan (Blacan): Pemangsa Kecil yang Terpinggirkan
Kucing hutan atau blacan, dikenal sebagai predator kecil yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan populasi tikus dan hewan kecil lainnya. Satwa nokturnal ini kerap diburu karena dianggap eksotis. Penurunan populasinya menjadi sinyal serius bagi rantai makanan di hutan Musi Banyuasin.
3. Malu-malu (Sejenis Kukang): Lamban, Unik, dan Terancam
Sejenis Kukang yang hidup di hutan Musi Banyuasin, dikenal juga dengan sebutan “malu-malu”, adalah hewan yang aktif di malam hari dan bergerak sangat lambat. Ironisnya, pergerakan lambat inilah yang membuat mereka mudah ditangkap oleh pemburu liar untuk diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan, padahal hewan tergolong satwa dilindungi dan memiliki bisa yang berbahaya bagi manusia.
4. Kancil (Napo): Si Kecil Cerdik yang Mulai Menghilang
Dalam cerita rakyat, kancil dikenal sebagai hewan yang cerdik. Namun di alam nyata, nasib kancil atau napo tak secerdas kisahnya. Populasinya terus menyusut akibat perburuan dan rusaknya semak belukar tempat mereka bersembunyi dan mencari makan.
5. Beruang Madu: Spesies Unik yang Berperan Menjaga Ekosistem
Beruang madu (Helarctos malayanus) adalah spesies beruang terkecil di dunia. Satwa ini sangat penting dalam menyebarkan biji tanaman dan menjaga populasi serangga di hutan. Sayangnya, keberadaan mereka makin terdesak karena pembukaan lahan dan ancaman perburuan.
6. Ayam Sempidan Biru: Burung Eksotis Kebanggaan Sumatera








