Berdasarkan catatan Dinas PPPA, sepanjang tahun 2024 tercatat 42 kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten OKI, angka yang dinilai cukup tinggi.
Meski demikian, sejumlah masyarakat memandang pembangunan gedung tersebut belum menjadi prioritas di tengah kondisi defisit anggaran daerah. “Dulu gedung itu sempat dijadikan rumah tunggu kelahiran milik Dinas Kesehatan dan tidak terlalu difungsikan. Sekarang direhab dengan biaya Rp 1,7 miliar,” ungkap salah seorang warga.
Andi Oktarius














