Rakor Penanggulangan Kemiskinan, Ini Pesan Pj Bupati Banyuasin

Uncategorized840 Dilihat

ONews-id.com (Banyuasin)- Penjabat Bupati Banyuasin Muhammad Farid, S.STP.,M.SI didampingi Sekretaris Daerah Ir. Erwin Ibrahim ST.,MM.,MBA ASEAN Eng menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Banyuasin Tahun 2024. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Banyuasin Muhammad Farid, bertempat di Guest House Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Selasa (20/8).

Rapat dilaksanakan dalam rangka evaluasi program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Banyuasin sekaligus merupakan wadah untuk dapat memperkuat komitmen antar OPD dan lembaga untuk mendiskusikan permasalahan yang ada dalam penanggulangan kemiskinan. Kemiskinan makro adalah kemiskinan yang diukur dari sisi pengeluaran dan kemiskinan ekstrem adalah kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Pj. Bupati Banyuasin, Muhammad Farid menyampaikan bahwa kemiskinan sebagai keadaan seseorang dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan tidak bisa pemenuhan kebutuhan dasar ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Indikator kemiskinan ekstrem dari makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, akses informasi.

“Upaya sinergitas Pemerintah Kabupaten dalam penanggulangan kemiskinan yaitu meningkatkan efisiensi dan efektifitas program kegiatan penanggulangan kemiskinan dengan memperhatikan lokus dan penerima manfaat. Mempercepat realisasi program kegiatan yang berdampak langsung pada hasil susenas (bantuan pangan, bantuan tunai, pasar murah dan lain-lain). Memanfaatkan P3KE dan DTKS untuk sasaran program kegiatan penanggulangan kemiskinan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi kemiskinan maupun melakukan upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem bahwa terkait data kemiskinan dan apapun itu maka yang penting adalah validasi data, kemiskinan ekstrem didefinisikan sebagai mereka yang hidup dibawah Rp. 11.571,21 perkapita perhari atau Rp. 351. 957,40 perkapita perbulan. Kemiskinan ekstrem Kabupaten Banyuasin terus turun dari tahun 2022 10,00%, tahun 2023 9,58% sekarang tahun 2024 menjadi 9,31% atau 84.360 jiwa.