Dialog dengan Serikat Buruh Migran Indonesia dan Migrant CARE serta komunitasnya fokus pada dua hal. Pertama. kesejahteraan para PMI di sektor pengasuh (caregivers).
Tidak seperti pekerja formal, skema kerja mereka tidak diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Alhasil, gaji mereka jauh di bawah standar nasional, tidak punya hari libur reguler, dan terjadi ketimpangan yang besar dengan para majikannya.
Kedua, pendampingan terhadap keluarga PMI yang ditinggalkan. Karena Taiwan tidak mengizinkan para pekerja kerah biru membawa keluarganya, maka anak-anak mereka dibesarkan oleh suami atau nenek-kakeknya. Tak jarang sang anak tumbuh dengan kekuranngan kasih sayang.
Di Indramayu, CSE NDHU juga mengunjungi SMK Negeri 1 Bongas dan menyapa para siswa yang berasal dari keluarga PMI. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa mereka juga bisa pergi ke Taiwan untuk belajar, bukan hanya bekerja.
Adapun dialog dengan LD PBNU membahas ihwal betapa pentingnya agama bagi masyarakat Indonesia. Perkara ini menjadi penting karena masih banyak majikan hingga agensi perekrutan yang melarang para PMI untuk beribadah dan mengenakan kerudung bagi PMI wanita.
Menanggapi berbagai persoalan di atas, June KU menyatakan komitmen CSE NDHU untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak guna memperbaiki rezim ketenagakerjaan Taiwan dan meningkatkan kesejahteraan hidup para PMI.
“Apa yang bisa kami lakukan sebagai universitas yang berbasis di Hualien adalah kami akan memulainya dari komunitas yang ada di Hualien itu sendiri. Kami bisa membantu untuk membangun dialog dan kesepahaman dengan warga Taiwan di Hualien dan warga Indonesia yang ada di sana juga. Saya yakin kalau apa yang dilakukan di Hualien berhasil, pasti akan berhasil juga diterapkan di kota lainnya,” katanya.
“Hualien adalah daerah pedesaan dan banyak orang tua, sehingga tak heran kalau banyak PMI juga di sana. Hualien juga memiliki rekam jejak yang sangat inklusif dan terbuka dengan budaya dari luar. Karenanya, saya yakin memulainya dari Hualien adalah langkah yang tepat,” katanya, menambahkan.












