Pelaksanaan dilakukan melalui percepatan transformasi digital layanan publik, penguatan program zakat, wakaf, dan dana sosial, peningkatan kompetitivitas pendidikan keagamaan, serta perluasan Desa Sadar Kerukunan—semua berbasis prinsip “Kemenag Berdampak” yang terasa nyata masyarakat.

“Kita harus memiliki kedaulatan AI,” tegas Syafitri Irwan, menekankan keseimbangan kemajuan teknologi dan nilai humanis.
Selama 2025, Kemenag catat capaian signifikan: layanan publik dipercepat digitalisasi, ekonomi umat dikuatkan program sosial keagamaan, pendidikan keagamaan semakin kompetitif, dan toleransi diperluas di tingkat akar rumput.
Upacara ditutup penyerahan Satyalencana Karya Satya kepada 84 ASN, penghargaan bagi pensiunan, serta apresiasi pegawai berprestasi nasional dan internasional—menegaskan komitmen menghargai kontribusi pegawai mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan.
Seperti ditegaskan pada pembukaan, perjuangan keseimbangan teknologi dan humanisme terus menjadi landasan kemajuan Kemenag. (Andrian)














