Kasus Penganiayaan Kades Cahaya Bumi Berakhir Damai

“Prajurit TNI adalah bagian dari masyarakat, karena itu pengendalian diri sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” imbaunya.
Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa perdamaian ini merupakan hasil dari proses mediasi panjang yang telah dilakukan sejak awal.
“Alhamdulillah hari ini Pemkab OKI bisa memfasilitasi finalisasi mediasi dan kedua pihak sepakat berdamai,” ujar Muchendi.

Ia berharap peristiwa ini menjadi yang pertama dan terakhir.
“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak—perusahaan, aparat, maupun pemerintah desa,” tambahnya.
Kades Cahaya Bumi, Komarudin, meski tak banyak memberi pernyataan, menyampaikan bahwa dirinya telah ikhlas dan menerima hasil perdamaian tersebut.
Kronologi Singkat Kejadian
Penganiayaan terhadap Kades Komarudin terjadi pada Minggu (19/10/25) sekitar pukul 16.00 WIB di area PT Buluh Cawang Plantation (BCP) Blok 8. Peristiwa bermula saat Komarudin menerima laporan warga mengenai penangkapan salah seorang warga di area PT Wirmar.
Komarudin mendatangi lokasi untuk memastikan laporan tersebut.
“Saya datang memperkenalkan diri sebagai Kepala Desa Cahaya Bumi. Namun oknum anggota TNI dan keamanan perusahaan langsung memukul dan mengeroyok saya,” ujarnya.
Kakaknya yang ikut merekam kejadian itu juga ikut menjadi korban penganiayaan dan ponselnya dirampas.
Setelahnya, Komarudin dan kakaknya dibawa menggunakan mobil ke kantor perusahaan, di mana mereka kembali mendapat pukulan sebelum akhirnya diselamatkan oleh pihak kepolisian. Keduanya kemudian dibawa ke RSUD Kayuagung untuk mendapatkan perawatan medis.

Andi