Onews-id.com (Palembang)- PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menegaskan komitmennya mempercepat pemerataan listrik dan memperkuat infrastruktur energi di Sumatera Selatan. Sikap itu disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Palembang, Jumat lalu, yang menghadirkan Dirjen Ketenagalistrikan, Direktorat EBTKE, dan Pemerintah Provinsi Sumsel.
Dalam pertemuan di Hotel Aston tersebut, Komisi XII menyoroti percepatan layanan bagi 24 desa yang belum sepenuhnya menikmati listrik. PLN memastikan penyelesaian dilakukan melalui kombinasi perluasan jaringan, optimalisasi sistem, dan opsi energi terbarukan. Di saat yang sama, PLN mempercepat interkoneksi serta penguatan kapasitas pasokan sebagai strategi menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN, Purnomo, memaparkan pembangunan backbone transmisi 500 kV sebagai tulang punggung interkoneksi energi nasional. Menurut dia, optimalisasi pembangkit di Sumatera—dengan kapasitas 8.000 MW, di mana Sumsel berkontribusi 2.998 MW—memberi fleksibilitas pasokan antarwilayah. “Upaya ini mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi di Sumatera,” ujarnya.
General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, mengatakan pihaknya menargetkan penyelesaian 24 desa yang belum berlistrik. “Solusinya disesuaikan kondisi lapangan, baik melalui perluasan jaringan maupun pemanfaatan EBT. Kami juga meningkatkan keandalan layanan agar kualitas suplai makin baik,” kata Adhi. Ia menyebut dukungan Komisi XII DPR dan pemerintah daerah mempercepat pemerataan energi serta memperkuat posisi Sumsel sebagai pusat energi nasional.








