“Hari ini kita membantu Aceh, Padang, dan Sumatera Utara. Ke depan, budaya kepedulian ini harus semakin kuat. Kita ingin Polri hadir sebagai penyangga moral bangsa—sigap, peduli, dan mengutamakan kemanusiaan,” ujar Kapolres.
Ia juga mengajak masyarakat Muba—baik instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga organisasi masyarakat—agar turut serta dalam gerakan solidaritas ini. Menurutnya, bencana yang melanda sesama masyarakat Sumatera harus menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, bukan hanya saat terjadi musibah tetapi sebagai kebiasaan sosial yang berkelanjutan.
“Kepedulian adalah kekuatan. Semakin kita saling membantu, semakin kokoh rasa persatuan kita,” tambahnya.
Di sela kegiatan sosial tersebut, Polres Muba juga menggelar upacara purna tugas Kompol Noprizal serta memberikan kenaikan pangkat pengabdian kepada Kompol M Prawira Kusuma. Kapolres mengapresiasi pengabdian para senior yang telah memberi teladan, termasuk dalam hal pembinaan mental sosial dan kemanusiaan.
Dengan langkah ini, Polres Muba tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga ingin membangun fondasi kuat budaya kemanusiaan di tubuh Polri dan masyarakat. Kepedulian terhadap bencana di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya menjadi cerminan bahwa solidaritas adalah nilai utama yang terus diperkuat untuk menghadapi tantangan berbagai musibah. (**)







