Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menegaskan pentingnya keseimbangan pembangunan fisik dan non-fisik Sumber Daya Manusia (SDM) di Sumsel.
Ia menyoroti pesatnya kemajuan teknologi dan urgensi untuk mengaturnya agar dampak negatifnya dapat terbendung.”Salah satu episentrumnya adalah pendidikan di pesantren,” ujarnya.
Gubernur tak kuasa menahan rasa haru saat mengenang awal mula pembangunan pesantren ini.
“Saya haru sebenarnya hari ini, hampir tidak pernah absen acara di sini dari awal pesantren ini masih tiang-tiang. Apa yang diperbuat oleh Ustaz Yayan secara langsung membantu pemerintah, baik fisik maupun non-fisik, salah satunya sektor keagamaan ini,” ungkapnya.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Gubernur Herman Deru langsung merespons permohonan bantuan beasiswa untuk santri tahfizh dari pembina pesantren. Atas nama almarhumah Percha Leanpuri, ia mengalokasikan beasiswa untuk lima siswa yang layak, khususnya yang yatim piatu, hingga mereka menyelesaikan pendidikan.
Semantara itu Pembina Pesantren Tahfizh Kiai Marogan, KH. Masagus Fauzan Yayan, SQ, menyampaikan rasa bangga dan bahagianya atas kehadiran Gubernur Herman Deru yang tak henti-hentinya memperhatikan rumah-rumah tahfizh dan pesantren.








