Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dorong Transformasi Digital UMKM

Uncategorized1211 Dilihat

Dalam sambutannya, Menkominfo Johnny G.Plate menegaskan komitmen Kominfo dalam penyediaan jaringan telekomunikasi komunikasi berkualitas yang bisa digunakan para pelaku usaha. Melalui jaringan ini, para pelaku UMKM bisa  melakukan usahanya secara  daring dari rumah masing-masing.
“Kita mempunyai 348.000 KM panjang kabel fiber optik yang akan membuat jaringan telekomunikasi berkualitas di berbagai daerah,” kata Menkominfo.
Selein itu, menurut Menkominfo,  pemerintah juga memiliki sembilan satelit yang dipergunakan sebagai jaringan telekomunikasi berkualitas di berbagai daerah. Sehingga akses telekomunikasi bisa dikiliki secara merata oleh seluruh penduduk di pelosok. Juga pembangunan BTS yang dilakukan secara masif di berbagai wilayah di Indonesia.
Kominfo juga berkomitmen menggelar  pelatihan digital kepada seluruh pelaku UMKM di berbagai wilayah, termasuk NTT, dengan tujuan para pelaku UMKM ini memahami dan menguasai teknik implementasi bisnis digital.

Menteri BUMN Erick Thohir dalam sambutannya secara virtual, meyakini bahwa banyak potensi lokal di NTT yang menunggu untuk muncul. “Saya yakin ada begitu banyak ‘permata’ karya para pelaku usaha di Flores, Sumba, Timor, dan Alor yang siap untuk memukau dan membanggakan siapapun yang menggunakan,”  ungkapnya.

Sementara Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap Gernas BBI periode ini dapat menghadirkan model bisnis UKM digital yang bisa menjadi inspirasi dan contoh bagi UKM di seluruh Indonesia dalam mengoptimalkan teknologi. “Menghadirkan UMKM kita dalam ekosistem digital adalah sebuah keharusan. Besar harapan saya Gernas BBI di NTT ini dapat menghadirkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak yang melahirkan dampak berkelanjutan, khususnya bagi UMKM NTT,” kata Teten.

Per Maret 2021, jumlah UMKM yang sudah masuk ke ekosistem digital adalah 4,8 juta. Saat ini pemerintah menargetkan  capaian  baru melalui Gernas BBI, yaitu sebanyak 30 juta unit UMKM onboarding di tahun 2023.

Virtual Expo
Acara  Gernas BBI ini juga diisi dengan kegiatan Virtual Expo, yakni  pameran  produk-produk ungggulan UMKM secara virtual.  Produk yang ditampilkan di sini telah dikurasi oleh sejulah mitra  seperti Telkom, Bank Indonesia, serta marketplace.

Proses kurasi UMKM sendiri sudah dilakukan sejak Maret 2021 melalui sejumlah kegiatan, diantaranya diskusi terfokus, pelatihan, dan talkshow kerjasama antara Kementerian Kominfo, Bank Indonesia, Telkom, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Pemerintah Daerah dari  beberapa kota di NTT. Dari ribuan UMKM yang ada di NTT, sebanyak  100 UMKM lolos kurasi dengan 1.000 produk unggulan mulai dari fashion, kerajinan tangan, dan produk makanan serta minuman.

Virtual expo ini akan berlangsung selama satu bulan dari 9 Juni-9 Juli 2021. Masyarakat Indonesia yang tertarik membeli produk-produk unggulan UMKM dari NTT bisa mengunjungi pameran ini secara virtual dan melakukan transaksi elektronik yang dijamin keamanannya.

Selain mempromosikan dan transaksi produk-produk unggulan UMKM NTT, virtual expo ini juga dimeriahkan dengan sejumlah webinar serta konsultasi dengan help desk yang standby untuk membantu UMKM melakukan pameran.

Gernas BBI pertama kali diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2020 sebagai upaya untuk menyelamatkan UMKM agar berhasil bangkit dan mampu melalui masa sulit pandemi Covid-19.(ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *