Ketua DPRD Palembang Ali Subri menegaskan peran penting rapat ini sebagai saluran aspirasi publik di awal tahun.
“Rapat paripurna pertama tahun 2026 ini menjadi titik awal untuk menyampaikan seluruh aspirasi dan catatan masyarakat kepada pemerintah kota, dengan harapan dapat segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Zainal Abidin mengemukakan bahwa mayoritas masukan masyarakat masih berfokus pada sektor yang menjadi tulang punggung kesejahteraan rakyat.
“Kita melihat secara jelas bahwa kebutuhan dasar seperti infrastruktur jalan, penanganan banjir, perbaikan saluran air, sanitasi, dan lingkungan hidup menjadi prioritas utama yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Rudy Indawan memastikan bahwa setiap aspirasi akan disampaikan secara utuh kepada Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
“Suara masyarakat yang disampaikan melalui jalur DPRD adalah bentuk hak yang harus diperhatikan. Kami akan menyampaikan seluruh masukan tersebut untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan prioritas pembangunan kota,” jelasnya.
Dengan demikian, rapat paripurna ini tidak hanya memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif, namun juga menjadi landasan untuk memastikan pembangunan Palembang berjalan lebih tepat sasaran, merata, dan benar-benar menjawab kebutuhan serta harapan seluruh lapisan masyarakat – sesuai dengan semangat awal penyelenggaraan rapat untuk menjadi wadah suara rakyat. (Andrian)









