Bupati Toha juga mendorong pihak LVRI untuk segera mengajukan permohonan resmi terkait kebutuhan organisasi, sehingga dapat difasilitasi sesuai aturan yang berlaku.
Hal senada disampaikan oleh Plt Asisten I Setda Muba, Ardiansyah SE MM PhD CMA. “Silakan ajukan proposal. Apapun yang menjadi harapan LVRI, selama sesuai ketentuan, Pemkab Muba siap mendukung realisasinya,” ujarnya.
Kegiatan audiensi ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh organisasi pejuang di Muba, di antaranya Kabag Tapem Setda Muba Suganda AP MSi, Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Muba Kartiko Buwono SE MM, Kabag Prokopim Setda Muba M. Agung Perdana SSTP MSi, serta perwakilan dari Kesbangpol, Minvetcad, PPALD, Pepabri, DHC 45, PPM, FKPPI, HIPAKAD, dan perangkat daerah terkait.
Pertemuan ini tidak hanya membahas persoalan kesejahteraan veteran, tetapi juga menegaskan pentingnya melestarikan monumen perjuangan sebagai sarana edukasi sejarah. Generasi muda diharapkan tidak melupakan pengorbanan para pejuang yang telah mengantarkan Indonesia kepada kemerdekaan.
Dengan sinergi pemerintah daerah dan LVRI, semangat perjuangan diharapkan terus menyala, menjadi fondasi bagi pembangunan Muba yang lebih baik, berkarakter, dan berbudaya.(rill)














