Mewakili Bupati Muba, Drs. M. Thabrani Rizki, M.Si., menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), pemerintah kecamatan, BUMD, hingga pihak swasta didorong untuk ikut serta, baik melalui dukungan distribusi maupun program Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan keterlibatan banyak pihak, program pangan murah bisa berjalan berkelanjutan.
Camat Sungai Keruh, Dendy Suhendar, SE., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu warganya. Selain mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, masyarakat juga merasa dilibatkan dalam solusi bersama menghadapi kenaikan harga. Ia berharap kegiatan ini bisa diadakan secara rutin, karena manfaatnya langsung dirasakan oleh warga.
GPM Muba menunjukkan bahwa ketahanan pangan daerah bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana pemerintah mampu:
– Menjaga rantai distribusi agar harga stabil.
– Mengatur kebijakan subsidi lokal melalui mekanisme harga murah.
masyarakat
– Melibatkan pihak swasta untuk mendukung masyarakat.
Dengan demikian, GPM tidak hanya menjadi “bazar murah”, melainkan benteng ekonomi rakyat yang memberi contoh bagaimana pemerintah daerah bisa mengambil langkah cepat, tepat, dan terukur dalam melindungi masyarakat dari dampak fluktuasi harga pangan.(Megat Alang)













