Antusias, Ratusan Peserta “Women Forest Defender” Ikuti Kegiatan PINUS, TAF, dan FP3HI

Palembang941 Dilihat

ONews-id.com (Palembang)-Ratusan peserta dengan antusias mengikuti kegiatan bertajuk Women Forest Defender (WFD) yang digelar oleh Forum Perempuan Penjaga dan Pengelola Hutan Indonesia (FP3HI) Sumatera Selatan bekerja sama dengan Pilar Nusantara (PINUS) Sumsel dan The Asia Foundation (TAF). Kegiatan berlangsung selama dua hari di Grand Daira Hotel Palembang.

Direktur PINUS Sumsel, Yunita Sari, menyampaikan bahwa perhutanan sosial tidak semata tentang akses kelola hutan, melainkan juga menyangkut aspek keadilan dan keberlanjutan.

> “Keterlibatan perempuan dan generasi muda menjadi kunci agar perhutanan sosial tidak berhenti pada izin semata, tetapi benar-benar hidup serta memberikan dampak bagi kesejahteraan keluarga dan kelestarian hutan,” ujarnya.

Kegiatan yang mengusung tema Perempuan dan Generasi Muda Penjaga Hutan: Dari Komitmen ke Aksi untuk Perhutanan Sosial yang Inklusif di Sumatera Selatan itu dihadiri peserta dari berbagai unsur, antara lain kelompok perempuan penjaga hutan, pemerintah daerah, lembaga donor, sektor swasta, media, serta pelaku usaha kopi dan hasil hutan bukan kayu (HHBK) dari berbagai kabupaten di Sumatera Selatan.

Yunita menjelaskan, inisiatif ini merupakan bagian dari program WFD yang dijalankan PINUS Sumsel dengan dukungan The Asia Foundation untuk memperkuat kapasitas perempuan di tingkat tapak dalam pengelolaan hutan, kewirausahaan hijau, dan pemantauan hutan partisipatif.

“Selama lebih dari satu dekade, The Asia Foundation terus berupaya agar kerja-kerja mereka responsif terhadap kebutuhan perempuan di komunitas, tanpa meninggalkan peran laki-laki,” tambahnya.

Perwakilan The Asia Foundation, Pardede, menegaskan bahwa solidaritas dan kepemimpinan perempuan di akar rumput merupakan bagian penting dari aksi iklim.

“Mereka bukan hanya bagian dari cerita tentang dampak perubahan iklim, tetapi juga bagian dari solusi, melalui pengelolaan hutan sosial yang inklusif,” ujarnya.

Sementara itu, Zulkarnain, perwakilan Gubernur Sumatera Selatan, menyampaikan dukungan pemerintah provinsi terhadap kegiatan tersebut.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendukung penuh langkah FP3HI dalam memperkuat peran perempuan dan generasi muda di bidang perhutanan sosial. Sinergi seperti ini penting untuk memastikan pengelolaan hutan berjalan inklusif, adil, dan berkelanjutan,” katanya.