“Secara berkala ada teaterikal setiap bulannya, baik soal sejarah dan budaya Kota Palembang, untuk pengunjung akan ditampilkan audio ramah,” katanya.
la menegaskan, budaya harus tetap dijaga agar tidak tergerus oleh pergerakan zaman.
“Kita ingin anak cucu dan generasi penerus Palembang mengetahui terjadinya sejarah besar di kawasan ini saat SMB II diasingkan menuju Ternate dari pintu ini,” katanya.
A Damenta mengatakan, launching ini berbarengan dengan rencana dilakukannya renovasi di area Lawang Borotan.
Ditargetkan akhir November sudah selesai penataan, dengan tidak menghilangkan nilai sejarahnya.
“Revitalisasi ini perbaikan-perbaikan pada lantai, sehingga nantinya nyaman digunakan untuk pagelaran seni dan budaya setiap bulannya,” katanya.
Ditargetkan akhir November sudah selesai penataan, dengan tidak menghilangkan nilai sejarahnya.
“Revitalisasi ini perbaikan-perbaikan pada lantai, sehingga nantinya nyaman digunakan untuk pagelaran seni dan budaya setiap bulannya,” katanya.
Menurutnya Walikota Palembang selanjutnya harus merawat dan menjaganya, mudah mudahan ini menjadi rool model karena tiga segmen ini masuk ke dalam Perda Musi 2045.
Selain penataan kawasan tiga destinasi wisata ini, pihaknya menegaskan OPD terkait soal penertiban parkir liar dan buang sampah sembarangan.
Sedangkan Ketua Kobar 9 , Vebri Al Lintani mengatakan, penggabungkan tiga destinasi wisata baru di Palembang, Gedung Walikota Palembang, Lawang Borotan dan Gedung Kesenian diskusinya sudah lama dan panjang.
“ Dalam beberapa kali diskusi dan di tetapkan tanggal 25 ini launchingnya dimana kita buat acaranya dengan pembacaan syair perang Menteng yang saya bacakan tadi 22 bait, syair perang Menteng itu berceritakan kemenangan Palembang dalam perang dengan Belanda tahun 1819,” katanya.
Dalam syair itu menceritakan terbunuhnya Haji Zen seorang ulama dari Palembang dan dengan semangat yang membara dari ratib saman yang membuat para pejuang Palembang menjadi suhada melawan penjajah berarti menang, menang didunia atau mati itu juga menang.( karena pahalanya surga).
“Syair kedua adalah syair yang ditulis oleh cucu dari Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II atau buyutnya Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH M Kn yang isinya kepergian SMB II diasingkan ke Ternate .
“ Yang pasti tadi memerankan sosok SMB II , saya merasa sedih ketika meninggalkan Lawang Borotan , seolah-olah ada semangat Sultan Mahmud Badaruddin II , paduka yang mulia itu merasuk kejiwa saya , betul-betul tadi , agak gemetar tadi ,” katanya.
Sementara itu, Sejarawan Palembang, Kemas Ari Panji menjelaskan, sejarah nama dari Lawang Borotan.
“Borotan itu ternyata berawal dari kata buri artinya belakang, dalam perkembanganya kita paham bahwa Lawang Borotan itu adalah pintu belakang dari Keraton Kuto Besak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Keraton Kuto Besak ini cukup populer namun setelah diambil alih, lalu diubah namanya menjadi Benteng Kuto Besak (BKB).
“Padahal dalam catatan sejarah ada 4 keraton di Palembang namun semua hancur dan yang masih tersisa keraton kuto besak atau sekarang disebut Benteng Kuto Besak,” katanya.
Ketua Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) Iqbal Rudianto menilai masyarakat sudah melihat perkembangan kota Palembang dibawah pimpinan Pj Walikota Palembang saat ini yang serius dan fokus membangun kota Palembang lewat seni budaya dan itu sangat nyata.
“ Masyarakat sangat mendukung sekali, bahwa kita membangun kota Palembang ini dengan berbasis seni dan budaya , langkah yang sangat tepat bukan hanya di dukung dari seni budaya , program ini sudah pasti dan sudah nyata didukung masyarakat kota Palembang, “ katanya.
Usai meresmikan tiga destinasi wisata baru tersebut di yang dipusatkan di depan Lawang Borotan , Pj Wali Kota Palembang Dr. A. Damenta, Mag.rer.publ, CGCAE dan rombongan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Mushola dekat Gedung Kesenian Palembang batuan CSR dari Bank Sumselbabel dan membuka Musyawarah Seniman Palembang.
Dre














