Reses Dapil VIII, Legislator Golkar Serap Aspirasi Infrastruktur Jalan di Pedamaran Timur

Onews-id.com (OKI) — Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dari Partai Golongan Karya (Golkar) melaksanakan kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) VIII yang meliputi Kecamatan Pedamaran dan Pedamaran Timur. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat sebagai bahan dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah,reses dilaksanakan dimulai tgl 12-17/Febuari 2025
Dalam pertemuan bersama warga di wilayah Pedamaran Timur, sejumlah aspirasi mencuat, terutama terkait kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan. Amin, salah satu warga Pedamaran Timur, menyampaikan bahwa kondisi jalan di beberapa titik masih memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Kami berharap ada peningkatan dan perbaikan jalan, karena akses yang baik sangat penting untuk aktivitas sehari-hari masyarakat, baik untuk bekerja, sekolah, maupun mengangkut hasil usaha,” ujar Amin.
Menurutnya, infrastruktur jalan yang layak akan memperlancar mobilitas warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Pedamaran dan Pedamaran Timur yang mayoritas masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian dan perdagangan.
Menanggapi aspirasi tersebut, anggota DPRD dari Partai Golkar itu menyatakan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan usulan masyarakat agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan.
“Reses ini menjadi momen penting bagi kami untuk mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat. Infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar yang harus diperjuangkan demi peningkatan kesejahteraan warga,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan dibahas bersama pemerintah daerah dalam agenda pembahasan di DPRD Kabupaten OKI.
Masyarakat Pedamaran Timur pun menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses tersebut. Warga berharap kunjungan wakil rakyat ini dapat membawa perubahan nyata melalui realisasi pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini dinantikan.