Salah satunya Aslulilah, ST warga Desa Srinanti, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI, Unyil begitu sapaan akrabnya, menilai hal itu seharusnya tidak dilakukan karena mobil dinas lama masih bagus untuk digunakan.
Apalagi saat ini Pemerintah Pusat bahkan Bupati OKI, H Muchendi Mahzareki, juga selalu mengingatkan untuk selalu efesiensi dalam penggunaan anggaran.
Harusnya kata Aslulilah, dewan memiliki rasa empati dengan kondisi keuangan daerah yang saat ini defisit. Karena dana senilai Rp 5,1 miliar bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang saat ini masih banyak yng rusak.
Dirinya mencontohkan, jika dana tersebut dianggarkan untuk memperbaiki sekolah rusak sebasar Rp 500 juta. “Artinya ada 10 sekolah yang bisa diperbaiki mengapa tidak melakukan hal yang seperti ini.”jelasnya, Rabu (25/6/25)
Namun, kata Aslulilah sebagai masyarakat kecil dirinya hanya bisa memberikan kritik. “Kami hanya bisa menyuarakan aspirasi saya. Urusan tersebut ada pada mereka. Ya kalau bisa dibatalkan pengadaan mobil dinas tersebut.”harapnya.
Sebelumnya Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Partai Gerindra, Mustamar, mengakui jika mobil dinas yang ada di dewan masih sangat layak.
Namun terkait adanya penganggaran untuk pengadaan mobil dinas. Menurut Mustamar itu hanya sebatas usulan. “Namanya juga usulan belum tentu dikabulkan.”katanya.
Dikatakan Mustamar, pengajuan anggaran mobil dinas itu merupakan kesepakatan pimpinan dan anggota.
Anggota DPRD OKI, Ayu Monaria, engan berkomentar terkait rencana pengadaan mobil dinas tersebut. “Lebih baik tanyakan langsung dengan pimpinan. Karena pengadaan tersebut untuk unsur pimpinan saja. Anggota tidak ada.”jelasnya.








