ONews-id.com(Muba) — Proyek pembangunan Tembok Penahanan Jalan Nasional di Desa Epil, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, kembali menjadi sorotan masyarakat. Hasil penelusuran awak media di lapangan pada Minggu, 30/11/2025, menunjukkan bahwa kondisi fisik bangunan yang relatif baru tersebut kembali mengalami kerusakan, meskipun sebelumnya telah dilakukan pekerjaan pada tahun 2024.
Sejumlah warga dan pengguna jalan menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius terkait perencanaan teknis, mutu pelaksanaan, serta pengawasan proyek, mengingat tembok penahanan jalan berfungsi sebagai elemen penting dalam menjaga keselamatan dan ketahanan infrastruktur jalan nasional.
“Kalau dikerjakan sesuai standar teknis dan peraturan yang berlaku, seharusnya bangunan seperti ini bisa bertahan lama, bukan rusak dalam waktu singkat,” ujar seorang warga setempat yang kerap melintasi ruas jalan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan terlihat pada beberapa bagian konstruksi yang dinilai belum mencerminkan ketahanan jangka panjang, sehingga memunculkan kekhawatiran akan efektivitas fungsi tembok penahanan, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca dan beban lalu lintas.
Warga juga menyampaikan kekecewaan terhadap kondisi infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran publik, namun hasilnya dinilai belum optimal. Mereka berharap pembangunan infrastruktur nasional tidak sekadar berorientasi pada penyelesaian administratif, melainkan benar-benar mengedepankan kualitas, ketahanan konstruksi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.








