ONews-id.com (Riau) –Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Riau meresmikan peluncuran program edukatif bertajuk “Jelajah Anak Riau” (AnRi) di halaman Kantor Gubernur Riau, Minggu (3/8/2025). Kegiatan ini dirangkaikan dengan perayaan Pekan Gembira Anak Riau yang disambut antusias ratusan anak-anak, guru, dan orang tua.
Program ini digagas sebagai langkah konkret dalam membangun karakter generasi muda Riau melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan, interaktif, dan berbasis pengalaman langsung. “Jelajah Anak Riau” difokuskan pada penanaman nilai-nilai budaya lokal, kesadaran lingkungan, serta penguatan semangat kebangsaan sejak usia dini.
Program AnRi menjadi inovasi dalam dunia pendidikan anak karena tidak hanya mengandalkan materi di ruang kelas, tetapi mengajak anak-anak untuk langsung menyusuri, melihat, dan mengenal warisan budaya Riau, sejarah daerah, serta praktik cinta lingkungan secara nyata. Melalui kunjungan ke situs sejarah, pusat kebudayaan, dan lingkungan alam, anak-anak diharapkan dapat membentuk jati diri yang kuat sebagai generasi penerus Bumi Lancang Kuning.
Ketua TP PKK Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid, menyampaikan dalam sambutannya bahwa peluncuran AnRi merupakan bagian dari komitmen TP PKK dalam membangun lingkungan tumbuh kembang anak yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan karakter positif.
“Anak-anak adalah amanah sekaligus harapan masa depan. Mereka perlu tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, sehat secara fisik maupun psikis, serta dikelilingi nilai-nilai luhur budaya dan kebangsaan,” kata Henny Sasmita di hadapan peserta yang hadir.
Ia juga menyampaikan rasa haru dan bangganya melihat antusiasme anak-anak dan dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Lebih dari sekadar program pendidikan, Jelajah Anak Riau juga menjadi bagian dari upaya preventif untuk melindungi anak-anak dari berbagai ancaman zaman. Henny menyebut bahwa generasi muda saat ini tidak hanya berhadapan dengan tantangan konvensional seperti kekerasan fisik dan psikis, tetapi juga paparan digital yang bisa berdampak buruk pada tumbuh kembang mereka.
“Kami ingin anak-anak Riau bukan hanya cerdas dan terampil, tetapi juga tangguh dan terlindungi dari kekerasan, kejahatan siber, perundungan digital, hingga pengaruh negatif teknologi informasi,” ujar Henny.








