“SID akan menjadi penentu dalam pengelolaan cetak lahan sawah. Pastikan percepatan SID-nya, sehingga Senin, kabupaten/kota bisa menjalankan kontrak SID. Untuk semua tenaga teknisnya, kami siap membantu, silakan tentukan pilihannya, tentu kami bantu. Untuk Sumsel, gunakan E-Katalog saja agar jalannya cepat,” ujar Dirjen Andi, memberikan arahan dan solusi kepada para peserta rapat yang berasal dari berbagai kabupaten/kota serta perwakilan universitas.
Dirjen Andi juga menekankan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam pelaksanaan program ini, serta mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi secara aktif. Pemanfaatan E-Katalog diharapkan dapat mempercepat proses pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan dalam program Opla dan Cetak Sawah.
Rakor ini dihadiri oleh para Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel, perwakilan dari Universitas di Sumsel yang memiliki keahlian di bidang pertanian, serta para pejabat terkait dari Pemprov Sumsel dan Kementan. Semangat kebersamaan dan optimisme terlihat jelas dalam rapat ini, menunjukkan kesiapan Sumsel untuk mengakselerasi program Opla dan Cetak Sawah demi mewujudkan ketahanan pangan yang lebih kuat dan mencapai target produksi padi nasional.
Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono dan para Kepala OPD Kab/Kota.
(Sumber Humas Pemprov Sumsel)








