“Infrastruktur yang baik tentu berdampak sehingga pembangunan infrastruktur juga akan menjadi prioritas,” tandasnya.
Revisi RPJMD 2019-2024 tambah Makruf juga memuat penyesuaian beberapa indikator kinerja daerah pada kondisi kinerja akhir RPJMD (Tahun 2024). Diantaranya Pertumbuhan PDRD yang semula di target 5,50 menurun menjadi 5,05. Demikian dengan angka kemiskininan yang semula ditarget turun mencapai 9,95 persen menjadi 13, 61 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 71,28 menjadi 68,32.
Sementara itu, Bupati OKI, H. Iskandar, SE melalui Sekretaris Daerah H. Husin, S. Pd, MM, M. Pd menyatakan saat ini pihaknya tengah menyusun berbagai skenario pertumbuhan dan pemulihan ekonomi masyarakat, terutama lapisan masyarakat bawah.
“Kami sedang merancang strategi agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa pulih kembali, terutama bagi kelompok masyarakat tidak mampu,” kata Husin.
Wabah covid-19 ungkapnya sangat berdampak pada melesunya ekonomi di semua lini sektoral. Meski demikian Kabupaten OKI tidak mengalami kontraksi
“Terjadi perlambatan ekonomi namun OKI tidak minus masih di atas rata-rata provinsi dan nasional” terang dia.
Untuk itu menurutnya, pemerintah daerah berupaya agar aktivitas sosial ekonomi dapat tetap berjalan, tetapi juga tetap mengutamakan keamanan dan kesehatan masyarakat.
“Kondisi ini terjadi bukan hanya di OKI saja. Tentu, kita bertekad semua program kerja yang sudah tertuang di RPJMD bisa terealisasi,” tutupnya.







