Dalam sambutannya, Menko Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa surplus pangan nasional saat ini mencapai 3,9 juta ton Ia juga menekankan visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan di desa-desa dan memastikan tidak ada anak yang putus sekolah, tidak ada yang masih miskin salah satu langkah strategis yang akan diambil adalah melalui program Koperasi Merah Putih.
“Presiden kita punya konsep, kita lihat dulu apa masalahnya, kita kaji dulu rantai ekonominya, kita kaji rantai pasoknya agar ekonomi hidup di desa. Usaha-usaha apa di desa sehingga bisa untung,” ujar Menko Zulkifli Hasan.
Menko Zulkifli Hasan menyoroti keberhasilan Sumsel dalam membentuk Satgas dan koperasi desa. “Ternyata Sumsel satgas sudah terbentuk, koperasi sudah terbentuk semua, luar biasa Sumsel. Sumsel sudah 100% Musdes, Sumsel sudah 100% membentuk koperasi desa, ini luar biasa,” pujinya.
Ia menekankan pentingnya keberpihakan kepada rakyat sebagai tumpuan kekuatan ekonomi di pedesaan, sehingga potensi desa dapat berkembang. “Sebelum kita bicarakan uang, kita tanya dulu usahanya apa. Yang pertama akan menjadi pangkalan gas 3kg, ada agen pupuk, ada toko sembako, kita branding gudangnya sehingga kita bisa langsung untung, jangan layu sebelum berkembang. Mudah-mudahan cita-cita Pak Presiden bisa terwujud secara bersama dari desa untuk ekonomi desa,” tambahnya.
Semantara itu Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru melaporkan bahwa dari 3.258 desa/kelurahan di Sumsel, 2.965 desa/kelurahan atau 91% telah melaksanakan Musdes khusus. Dari jumlah tersebut, 1.822 desa/kelurahan atau 89% telah membentuk koperasi desa, dan 125 koperasi atau 4% telah berbadan hukum dan dan mungkin sampai hari ini yang masih percepatan sudah selesai.
“Pak Menteri, ini kabupaten/kota yang sudah 100% melakukan Musdes khusus, yaitu Kabupaten Pali, Musi Rawas, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Palembang, Muratara, Musi Banyuasin, Oku Timur, Kota Lubuklinggau, Kota Prabumulih, Muara Enim,” jelas Gubernur HD.








