Terdapat 7 misi utama dalam visi ini, antara lain penguatan SDM, rekonstruksi sosial-ekonomi, peningkatan peran perguruan tinggi dan dunia usaha, serta tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan.
Untuk merealisasikan visi tersebut, telah ditetapkan 22 program prioritas, seperti Program Keluarga Maju untuk pemberdayaan keluarga prasejahtera, dan Program BASANAK (Bantuan Sayang Anak) sebagai upaya konkret penanganan stunting.
Pada akhir periode 2029, Muba menargetkan kemiskinan turun ke angka satu digit (9,98–10,75%), pertumbuhan ekonomi naik ke kisaran 5,10–5,50%, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 73,5.
Musrenbang ini turut dihadiri Wakil Bupati Rohman, Ketua DPRD Afitni Junaidi Gumay, seluruh unsur Forkopimda, TP PKK, tokoh masyarakat, organisasi wanita, serta pihak akademisi dan dunia usaha. Keterlibatan berbagai elemen ini memperkuat kesan bahwa penyusunan RPJMD bukan sekadar formalitas teknokratik, melainkan proses bersama menuju kesejahteraan kolektif.
Di akhir kegiatan, Bupati Toha menekankan bahwa dokumen RPJMD yang akan dihasilkan melalui Musrenbang ini harus menjadi pedoman pembangunan yang konkret dan dapat diukur.
“Ini bukan hanya soal rencana, tapi komitmen bersama mewujudkan perubahan,” pungkasnya
(Megat Alang)








