Kunjungan reses ini banyak sekali aspirasi masyarakat yang dia tampung seperti aspirasi perangkat desa dan lembaga desa lainnya, serta tunjangan ustadz dan ustadzah ingin diperjuangkan agar insentif mereka dinaikkan.
Peningkatan status jalan kabupaten untuk dijadikan jalan provinsi sangat diharapkan masyarakat. Karena dana APBD Kabupaten OKI tak mencukupi untuk mendanai perbaikan ruas jalan tersebut. Bahkan Jauhari telah menggelar rapat dengan Kepala Dinas PUPR Sumatera Selatan agar status jalan tersebut diambil alih Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Proses pelepasan status lahan dari HPK/HP= Hutan Produksi yang saat dikonversi alias Enclave di desa-desa yang sudah ada pemukiman dan fasilitas jalan umumnya yang masih terdeteksi HPK.
Persoalan infrastruktur jalan dan jembatan yang terintegritas dan terkoneksi serta urusan jaringan listrik menjadi dambaan masyarakat. Melalui reses tersebut warga ingin hal ini bisa diwujudkan.
Dibidang pendidikan, anggota DPRD Kabupaten OKI tiga periode ini, juga menerima usulan agar sekolah swasta tidak di anak tiri kan dengan sekolah negeri. Bantuan dan dana hibah sangat diharapkan oleh sekolah swasta dari pemerintah.
Serta keinginan lainnya mengenai pemekaran kecamatan dan kabupaten baru di wilayah Lintas Timur.
“Sejumlah usulan dan aspirasi yang telah disampaikan masyarakat selama kunjungan reses telah saya catat. InsyaAllah akan saya perjuangkan sesuai tugas dan fungsi saya sebagai wakil rakyat. ” janji Mas Joe sapaan akrabnya
Dikatakan Jauhari untuk status jalan kabupaten menjadi provinsi telah disampaikan langsung dengan instansi terkait. “Mereka memberikan sinyal positif. Mudah-mudahan akan disetujui oleh Gubernur Sumsel terpilih ini untuk tindaklanjutnya. ” ungkap mas joe,Rabu (4/12/24).
Adapun persoalan pemekaran kecamatan, dirinya telah melakukannya dan sebagai inisiator waktu masih duduk di parlemen DPRD Kabupaten OKI. “Akan kita perjuangkan selama lima tahun ke depan. ” tandasnya.













