Hal tersebut menyebabkan tanah menjadi labil dan memengaruhi jadwal pelaksanaan pengecoran.

“Hampir setiap hari hujan, namun pengecoran tetap dilakukan pada titik-titik yang memungkinkan untuk menjaga target waktu penyelesaian,” ujar Andika.
Ia juga memastikan bahwa ketersediaan material konstruksi dan peralatan berat tidak mengalami hambatan apapun.
Pihak pelaksana mengajak dukungan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung serta menyampaikan permohonan maaf atas potensi gangguan lalu lintas yang mungkin terjadi di sekitar lokasi proyek.
Sementara itu, melalui Pejabat Pembuat Komitmen Teknis (PPTK) M. Taufik, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR dan PSDA Kota Palembang Kms. M. Haikal menyampaikan bahwa kondisi lahan yang berat dan faktor cuaca mengharuskan penerapan rekayasa teknis yang tepat serta kerja keras dari seluruh tim.

“Pelaksanaan proyek ini membutuhkan sinergi dan kerja sama yang erat antara tim Dinas PUPR dan PSDA Kota Palembang bersama penyedia jasa,” tegas M. Taufik.
Rekayasa teknis di lapangan didukung oleh empat unit alat berat profesional, antara lain dozer, motor grader, excavator, dan vibro roller untuk memastikan kualitas konstruksi jalan sesuai standar yang ditetapkan.
Dengan penyelesaian yang tepat waktu, jalan tembusan ini diharapkan segera memberikan manfaat nyata bagi mobilitas warga Palembang, sesuai dengan harapan masyarakat yang telah memberikan kontribusi tanah untuk pembangunan. (Andrian)








