Gerakan tersebut juga didukung berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, termasuk Bank Mandiri, guna menjaga keseimbangan pasokan pangan di daerah.
Herman Deru mengatakan, dengan fondasi kemandirian pangan yang sudah terbentuk, Sumsel tidak mengalami kekhawatiran terkait ketersediaan bahan baku saat program MBG dijalankan.
Ia bahkan membuka peluang agar program GSMP dapat menjadi contoh bagi daerah lain melalui koordinasi dengan Badan Gizi Nasional.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya mengapresiasi dukungan masyarakat Sumatera Selatan dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional.
Ia menyebut sekitar 2.000 orang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut di Sumsel.
Menurutnya, pemenuhan gizi seimbang menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, bahan pangan untuk program MBG dipasok dari petani dan produsen lokal sehingga turut mendorong perekonomian daerah.(Dre)










