“Kami berterima kasih kepada Plasma GPI dan seluruh masyarakat yang telah bergotong royong. Jalan ini adalah akses vital bagi aktivitas ekonomi warga. Dengan kondisi anggaran yang terbatas, kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan Desa Gajah Mati. Kami berharap semangat menjaga aset daerah ini terus tumbuh,” ungkap Kades Gajah Mati.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala UPT BPPRD Kecamatan Sungai Keruh, Hariyanto, S.Pd., M.Si, yang menyatakan dukungannya terhadap langkah kolaboratif tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mendukung pembangunan daerah.
Tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum mempererat solidaritas warga. Menurutnya, menjaga aset daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban moral seluruh masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan.
Kegiatan penimbunan lubang jalan ini diharapkan menjadi contoh edukatif bagi desa-desa lain di Kabupaten Musi Banyuasin, bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk tetap bergerak dan berbuat demi kepentingan bersama. Kolaborasi, transparansi, dan semangat gotong royong menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.(Megat Alang/**)








