Dua Anggota DPRD Sumsel Serap Aspirasi Warga OKI, Petambak Minta Normalisasi Kanal hingga Perbaikan Listrik dan Minta Pelepasan Lahan Perusahaan 

Selain itu, warga juga mendesak adanya normalisasi kanal induk (inlet) yang mengalirkan air laut dari lepas pantai Desa Sungai Sibur menuju tambak udang di kawasan Wahyuni Mandira. Saat ini, pendangkalan kanal menyebabkan sirkulasi air tidak lancar, memicu banjir, serta meningkatkan risiko buaya masuk ke pemukiman. Bahkan, warga melaporkan sudah ada sembilan korban jiwa akibat serangan buaya dalam beberapa tahun terakhir.

Tak hanya itu, persoalan kekurangan trafo PLN juga menjadi perhatian serius. Warga mengeluhkan sekitar 40 titik lokasi tambak membutuhkan tambahan pasokan listrik. Mati lampu hingga dua hari kerap terjadi dan menyebabkan kegagalan budidaya, karena kincir oksigen untuk udang tidak berfungsi. “Listrik adalah jantung budidaya udang,” ungkap salah seorang warga.

Di sisi lain, masyarakat juga menyuarakan kebutuhan insentif bagi tenaga honor serta pemuka agama yang dinilai sangat berjasa dalam mendukung pendidikan dan kehidupan sosial keagamaan di desa.

Menanggapi aspirasi tersebut, kedua legislator menyatakan akan memperjuangkan apa yang telah disampaikan warga dalam rapat-rapat bersama pemerintah provinsi maupun pihak terkait.

(ADV/Reses DPRD Sumsel)