Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua PKK Kota Prabumulih ini menuturkan kegiatan tersebut menjadi ajang promosi berbagai potensi daerah yang dihasilkan oleh masyarakat. Baik berupa kain maupun makanan. Dimana masing-masing daerah menampilkan keunggulan yang ada di wilayahnya.
“Harapannya, promosi ini bisa meningkatkan permintaan kain khas daerah. Sehingga pengrajin dapat bangkit di tengah situasi krisis akibat Pandemi Covid-19 seperti saat ini,” bebernya.
Suryanti juga menegaskan pengrajin kain daerah terus didorong untuk bisa terus bereksperimen dan menghasilkan inovasi produk yang bisa disukai masyarakat. Dekranasda Kota Prabumulih telah berupaya meningkatkan keahlian para pengrajin melalui berbagai kegiatan pelatihan. Organisasi juga aktif dalam mempromosikan dan memasarkan hasil karya dari pengrajin.
Suryanti menuturkan kain jumputan khas Kota Prabumulih juga nantinya akan terus dikembangkan. “Kain yang saat ini kan berasal dari limbah buah Nanas. Nah, kedepannya kami akan membuat suatu kain yang bahannya berasal dari serat nanas. Mudah-mudahan di 2021 bisa terlaksana,” ucapnya.
Ketua Dekranasda Sumsel, Hj Febrita Lustia Herman Deru mengatakan Malam Karya Kriya Sriwijaya untuk memotivasi dan membantu UMKM agar tetap bersemangat membuat kerajinan. Terutama busana dan kain khas Sumsel. “Kegiatan ini juga di diharapkan menjadi ajang bagi para desainer untuk terus berkarya walaupun sedang menghadapi Pandemi Covid-19,” pungkasnya.(siberindo.co)








