Sementara itu, seorang mahasiswa STIHURA, Rizky Andrian, menilai bahwa keterlibatan pemerintah daerah dalam gerakan ini memberikan dampak positif bagi kesadaran pemuda.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemkab Muba dalam mendukung gerakan ini. Sebagai mahasiswa, kami merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi, karena kami sadar bahwa masa depan daerah ini ada di tangan kami,” katanya.
Tak hanya mahasiswa, dukungan juga datang dari masyarakat. Arman, seorang tokoh pemuda di Sekayu, berharap agar ajakan ini tidak hanya sebatas seruan, tetapi juga diikuti dengan program nyata yang melibatkan pemuda secara aktif.
“Kami ingin ada wadah dan program konkret yang bisa membantu anak muda terhindar dari judi online dan narkoba, misalnya pelatihan keterampilan atau kegiatan positif lainnya,” ujar Arman.
Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol, Jhoni Marthohonan, Kepala Dinas Kominfo, Herryandi Sinulingga, dan Kepala Bagian Umum, Seprizal, yang menyatakan komitmennya dalam mendukung gerakan ini melalui berbagai program strategis.
Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat, diharapkan Kabupaten Muba bisa menjadi daerah yang lebih maju, bebas dari pengaruh negatif judi online dan narkoba. Kini, saatnya generasi muda Muba mengambil peran aktif dalam membangun masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing!
(Megat Alang)









