Sementara itu, Ketua PWI PALI, Joko Sadewo, S.H.,M.H. pada sesi penyampaiannya memberikan masukan antara lain soal sosialisasi atau pendidikan politik yang berkesinambungan tentang bahaya politik uang (money politic). Bila pihak penyelenggara maupun pengawas pemilu intens melakukan edukasi politik pada publik, diharapkan isu tentang politik uang bisa diminimalisir.
“Kemudian juga, kami insan pers siap berkolaborasi dan bersinergi dengan KPU dan Bawaslu untuk membantu menyukseskan pelaksanaan kontestasi politik. Dan itu sudah dilakukan pada Pilkada 2024 lalu,” ujarnya.
Ia juga menyoroti soal sosialisasi melalui Medsos, sebab di PALI setidaknya masih 70% wilayah yang belum tercover sinyal internet, sehingga harus juga ditopang melalui media massa, terutama media cetak.
“Akhirnya, secara kesimpulan meski ada beberapa saran perbaikan, kita harus akui Pilkada di PALI berjalan dengan sukses, kondusif bahkan tanpa ada sengketa. Ini perlu diapresiasi. Artinya semua tahapan berjalan dengan lancar sesuai aturan yang berlaku,” tutupnya.[red]














