Wujudkan Pemilu Damai Dan Kondusif, Pemkab Banyuasin Gelar Sosialisasi Penyuluhan Kamtibmas

Uncategorized333 Dilihat

ONews-id.com ( Banyuasin)-Dalam upaya menjaga suasana politik aman, damai, dan kondusif menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak di Tahun 2024 mendatang. Pemerintah Kabupaten Banyuasin hadir dalam acara Penyuluhan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dengan mengusung tema “Strategi Cooling System Untuk Menciptakan Pemilu 2024 Damai” acara ini diinisiasi oleh Polres Banyuasin yang berlangsung di Gedung Auditorium Pemkab Banyuasin, Rabu (31/1).

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Banyuasin H. Hani Syopiar Rustam diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol Banyuasin H. Adam Ibrahim, SE.,M.SI menyampaikan pemilu tahun 2024 sebentar lagi akan dilaksanakan, pelaksanaanya telah dimulai oleh KPU Kabupaten Banyuasin sesuai dengan tahapan pemilu. Berkenaan dengan itu, hajatan besar ini harus menjadi perhatian bersama hal ini penting karena dengan partisipasi rakyat maka pelaksanaan pemilu dapat berlangsung dengan tertib, jujur, adil dan damai.

“Pemerintah Kabupaten Banyuasin mendukung penuh mulai dari pendanaan, fasilitasi dan untuk mengawal proses pelaksanaan pemilu serentak ini. Bahkan kami mendorong kepada pengawas pemilu untuk menindak tegas dan mempidanakan pelaku politik uang, penyebar fitnah, pengadu domba, penyebar berita hoaks berbau sara dan politik-politik kotor lainnya yang bisa mengancam keamanan dan kenyamanan Kabupaten Banyuasin yang kita cintai ini,” jelasnya.

Sementara itu, AKBP Ferly Rosa Putra, SIK Kapolres Banyuasin mengatakan untuk memastikan keamanan dan ketertiban ditengah masyarakat menjelang pemilu pada Rabu 14 Februari 2024 mendatang berjalan lancar tanpa konflik. Maka dari itu terkait peredaran narkoba agar seluruhnya berperan aktif dalam pemberantasan narkoba dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk menjauhi dan memerangi narkoba, banyak sekali kerawanan tahapan pemilu yaitu kurangnya kesadaran caleg dalam melaporkan kegiatan kampanye (rapat terbatas dialogis) kepada pihak kepolisian yang mengakibatkan kurang terkoordinirnya kegiatan tersebut, kelelahan petugas TPS, pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dan lain-lain.

Baca Juga  K MAKI :  Masyarakat jangan berasumsi negative kepada Polda Sumsel terkait OTT Muba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *