Onews-id.com(Palembang)-Penantian panjang masyarakat Sumatera Selatan selama empat dekade akhirnya menemui titik terang. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepimpinan Gubernur Sumsel H Herman Deru secara resmi melakukan Project Launching Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat. Peresmian proyek strategis ini dilaksanakam di Griya Agung, Palembang, Kamis (9/4).
Acara ini menjadi tonggak sejarah penting bagi konektivitas dan akselerasi ekonomi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Peluncuran ini turut dihadiri oleh jajaran menteri kabinet, antara lain Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN, Nusron Wahid, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi,Todotua Pasaribu, dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru mengungkapkan rasa syukur atas realisasi gagasan yang telah melewati masa kepemimpinan delapan periode Gubernur sebelumnya.
“Gagasan membangun pelabuhan samudera di Sumsel sudah dimulai sejak 40 tahun lalu. Sementara provinsi tetangga di Sumbagsel sudah memiliki pelabuhan sendiri, Sumsel sempat tertinggal. Hari ini, mimpi itu mulai kita wujudkan,” ujar Herman Deru.
Ia menekankan bahwa Pelabuhan Tanjung Carat adalah solusi permanen bagi keterbatasan Pelabuhan Boom Baru. Saat ini, Pelabuhan Boom Baru mengalami pendangkalan serius yang sulit dilalui kapal besar, serta lokasinya yang berada di tengah kota kerap memicu kemacetan dan risiko kecelakaan.
Sumatera Selatan merupakan lumbung komoditas global, dengan berbagai potensi sumber daya alam antara lain penghasil kopi terbesar ke-3 di dunia dengan luas lahan ±208.000 hektar, Sawit dengan Luas lahan sekitar 1,4 juta hektar, dan Karet. Selama ini, ekspor komoditas tersebut seringkali harus melalui provinsi tetangga.













