“Dengan adanya Tanjung Carat, alur logistik akan jauh lebih efisien dan meningkatkan citra daerah. Saya pastikan masalah administrasi dan lahan sudah final, tidak ada kendala lagi,” tegas Gubernur.
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa proyek ini adalah instrumen utama dalam mendukung kebijakan hilirisasi dan gasifikasi Pemerintah Pusat. Nantinya, pelabuhan ini akan terintegrasi langsung dengan Jalan Tol Palembang-Tanjung Carat, yang tersambung hingga ke Prabumulih dan Muara Enim.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menargetkan seluruh tahapan pembangunan rampung sebelum tahun 2029. “Pembangunan ini adalah langkah strategis untuk menekan biaya logistik nasional. Kami akan mengawal ketat agar proyek ini tepat waktu dan tepat manfaat,” jelas Menhub.
Dari sisi legalitas, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid memberikan jaminan dukungan penuh terkait pendaftaran tanah dan tata ruang demi iklim investasi yang kondusif. Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari berkomitmen mengoordinasikan hambatan di lapangan agar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini berjalan sesuai jadwal.
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara kementerian terkait, kepala daerah, serta pimpinan BUMN dan BUMD. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi mesin penggerak utama kesuksesan pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat sebagai pintu gerbang ekonomi baru di Sumatera Selatan.(Sumber Humas Pemprov Sumsel)













