TPA Sepucuk Tak Lagi Memadai, Pengelolaan Sampah OKI Belum Optimal

Uncategorized714 Dilihat

Dengan keterbatasan anggaran, pihaknya saat ini menjalankan tugas sebagai Kabid Pengelolaan Sampah sebatas pembinaan ke masyarakat.

“Kita juga tidak lagi pegang anggaran, karena dipegang langsung oleh bidang yang lain .”ungkap Uli.

Merujuk pada data SIPSN Kementerian LHK tahun 2023, estimasi timbulan sampah di Kabupaten OKI mencapai 145,42 ton per hari atau sekitar 53.078 ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, baru sekitar 16,62% yang mampu ditangani secara sistematis. Sisanya? Masih menjadi beban lingkungan yang tersebar di lahan terbuka atau berakhir di perairan.

Kabupaten OKI tercatat memiliki sekitar 32 unit TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle). Namun, realitasnya hanya sekitar 2 hingga 5 unit yang beroperasi secara konsisten. Sisanya terkendala biaya operasional, minimnya tenaga ahli di tingkat desa, serta belum tuntasnya administrasi serah terima aset memperparah keadaan.

Menanggapi hal ini Uli beralasan, TPS3R yang tersebar di Kabupaten OKI belum sepenuhnya diserahterimakan oleh Dinas PRKP ke pihak Dinas Lingkungan Hidup. ” Hanya beberapa saja yang baru diserahkan terimakan ke kami.” tandasnya.(Andi)